Selasa, 19 Juli 2011

Control Panel Alam ala Wonderware :p

suatu daerah hutan

tiba-tiba terjadi kebakaran
kepulan asap pun tak dapat terhindarkan
namun, tiba-tiba awan buatan pun muncul
maka hujan pun turun


wow, api pun padam 
dan berangsur kepulan asap hilang
hujan pun berhenti
dan hutan kembali tenang :)
Terima kasih kontrol panel alam :D


Personal Protective Equipment

PT. CPI adalah salah satu perusahaan yang sangat memprioritaskan keselamatan kerja, bahkan motto ternet : "Kerjakan segala sesuatu dengan selamat atau tidak dikerjakan sama sekali". Beu, mantap pisan tah :). Keselamatann kerja ini tidak hanya milik yang telah berstatus pegawai melainkan semua orang yang ada di kawasan kerja, termasuk kami , para mahasiswa KP Nah, untuk itu kami pun dilengkapi dengan PPE atau Personal Protective Equipment. Seharusnya kami mendapatkan PPE ini di hari pertama KP, tapi karena ada suatu miskomunikasi maka akhirnya kami baru mendapatkannya kemarin, 18 Juli 2011.

Berikut adalah PPE yang kami terima :

helmet
safety shoes

Google

Minggu, 17 Juli 2011

Seputar Wisma

Selama KP ini berlangsung, kami tinggal di wisma yang disediakan oleh PT. CPI. Wisma ini terletak di dalam kawasan perusahaan gitu. Ada banyak wisma di sini dan sepertinya  diberi nama lokasi-lokasi produksi minyak seperti Bekasap, Antara, Petani, Pudu, ASBQ, Intan, dll (ga hapal lagi sebenarnya nama yang lain hehe..).

Fasilitas yang kami dapatkan pun ga tanggung-tanggung. Cucian di-laundy-in, kamar  ada yang beresin, ruangan ber-AC,satu kamar satu orang,  (plus Wifi kalo di Wisma saya, Pudu :) ). Tapi, entah mengapa justru dengan semua fasilitas ini saya agak kagok di awal-awal (atau ampe sekarang juga yak :p ). Terlalu drastis perubahan yang terjadi, dari anak asrama- yang semuanya dilakukan sendiri-  menjadi anak  wisma yang semuanya telah dipersiapkan. Tinggal menikmati seharusnya, tapi entahlah. Merasa aneh saja.

Rata-rata, mahasiswa KP mendiami Wisma ASBQ  sedangkan mahasiswi ditempatkan di Pudu. Maka untuk satu bulan ini, jadilah Rifqi berstatus sebagai  anak wisma ASBQ (hihi.. ini sepertinya pertama kalinya dia jauh dari  rumah, semangat yak :) ). ASBQ ini letaknya lumayan dekat dengan Mess Hall jadi bisa tinggal jalan kaki aja kalo mau makan. Lain halnya dengan Pudu. Jarak Pudu-Mess Hall lumayan deket lumayan jauh ( jauh dekat itu kan relatif :p ) makanya kadang saya jalan kaki dan kadang pula saya naik taxi untuk makan.

Moga betah aja dah di sini sampai tanggal 12 Agustus 2011 datang menyapa :D


Sabtu, 16 Juli 2011

Meal Chit

Meal chit adalah suatu alat tukar yang dapat digunakan untuk makan , bahasa gampangnya mah kupon makan he.. Untuk kebutuhan makan selama satu bulan ini,  kami mendapatkan 3 x 30 meal chit. Yup, 3 kali makan dalam sehari dan makan tepat waktu karena kalo ga bisa kehabisan :p. Semua yang ada di perusahaan ini, baik pegawai, yang sedang KP atau TA makan di satu tempat, namanya Mess Hall. dengan waktu yang cenderung berbarengan. Oleh karena itu, selain sebagai tempat makan, Mess Hall juga dapat dikatakan sebagai ruang pertemuan.

1. Sarapan
Waktu masuk kerja adalah pukul 07.00 maka waktu sarapan bekisar antara pukul 06.00 s.d. 06.30 . Tertera pada gambar di samping bahwa meal chit ini seharga 10 ribu rupiah, namun pada pelaksanaannya kita dapat mengambil makanan dan minuman sebanyak apapun. Tidak dihitung per item, tinggal ambil sesuka kita.
Menu yang ada pas sarapan : nasi goreng, roti bakar, mie goreng, sosis goreng, kentang goreng, bubur, sirup jeruk, teh manis, dll.
Jadi kalo lagi ga buru-buru dan perutnya masih kuat nampung, bisa tuh dicoba semua menu dalam satu waktu :p



2.Makan Siang
Waktu istirahat siang adalah pukul 12.00 s.d 13.00.
Berbeda dengan teknik sarapan, pas makan siang kita hanya boleh menukarkan meal chit ini dengan satu jenis lauk, satu jenis sayur dan nasi. Menu yang ada di makan siang  : makanan padang dan makanan sunda. Tinggal pilih sesuai selera. Jika ingin merasakan menjadi warga Riau maka pilih masakan yang pedas. Merasa tidak nyaman dengan pedas --> pilih saja makanan sunda :) ( ya, walaupun asa tidak memanfaatkan waktu untuk makan makanan khas sini, tapi kalo perut ga bisa dikompromi apa boleh buat :p ).


3. Makan Malam
Sama halnya dengan makan siang, makan malam pun seperti itu : 15 ribu ditukar dengan satu jenis lauk +satu jenis sayur plus nasi :). 
Untuk makan siang dan malam, kita juga sebenarnya bisa memesan yang lain tapi konsekuensinya : bayar dengan uang sendiri atau mengorbankan meal chit untuk waktu makan yang lain. 
Waktu untuk makan malam adalah sekitar pukul 18.30 s.d. 19.30. tapi biasanya rame di pukul 19.00.

Pas awal-awal menggunakan meal chit ini agak bingung juga. Kenapa? karena tidak ada label harga di makanannya melainkan label kandungan gizi . Berhubung kita --mahasiswa -- terbiasa mementingkan harga dibanding gizi maka kami lebih membtuhkan daftra harga dibanding daftar kandungan gizi hehe..

Oh ya, di itb juga sebenarnya ada meal chit tapi hanya untuk makan siang saja dan itu pun senilai dengan 6 ribu rupiah. Kalo saya ambil persamaan , Mess Hall di Duri itu kayak kantin Borju. Nah, kalo yang di Rumbai mirip dengan kantin bengkok. Maksudnya dari segi pelayanan dan harga dalam menggunakan meal chit.




Jumat, 15 Juli 2011

Hari Protokol Komunikasi

Haah,, judulnya asa GJ pisan, tapi ya emang begitu :p . Hari ini adalah hari keempat KP. Tiba-tiba (tanpa konfirmasi sebelumnya --> ibarat quis mendadak) bapak mentor  meminta kami menyampaikan apa yang kami tahu tentang hubungan antara HMI- SCADA - OPC. hmm, akhirnya Rifqi yang menjelaskan. Saya hanya duduk dengan was-was, khawatir kalo beliau akan menanyakan kepada saya sesuatu yang belum saya pelajari (dijelaskan oleh Rifqi kepada saya sebelumnya). Namun, sepertinya beliau merasa cukup Rifqi yang menjelaskan dengan asumsi bahwa saya akan menyampaikan hal yang sama jika saya yang menjelaskan (karena memang akan begitu biasanya, saya akan menggunakan redaksi kalimat yang sama dengan redaksi kalimat yang disampaikan ke saya. Yah, ada bolong-bolong informasi juga si  :p )

Selanjutnya , bapak mentor meminta kami untuk menjelaskan tentang protokol komunikasi seperti fieldbus, modbus, Hart, dll. Namun, berhubung kami belum begitu faham maka kami meminta waktu untuk belajar. Maka kami pun berusaha mencari tahu tentang protokol tersebut, sebenarnya lebih ke arah : apa perbedaan antara protokol yang satu dengan yang lain. Namun, entah mengapa setelah membaca berulang-ulang, saya tidak begitu mengerti tentang materi ini. Informasi yang disampaikan seperti tertumpuk-tumpuk, tidak terurai jelas di kepala saya. Haah, merasa sangat dungdung hari ini. Bahkan, saya nangis gara-gara ini :( ( air mata nya ga mau kompromi padahal saya dah bilang ke dia supaya tahan dulu supaya ga da orang lain-selain saya yang liat dia).

Sampai tulisan ini diketik, saya masih belum ngerti tentang protokol komunikasi ini. Tapi, sebelumnya saya ingin ngerti dulu tentang standart protokolnya yaitu OSI (7 layer) model. Akhirnya, setelah di wisma saya minta bantuan seorang teman yang sedang KP jauh di perusahaan Newmont sana --sebut saja Jericho -- bukan nama sebenarnya :) , untuk membantu saya memahami OSI model. Via chat Fb, akhirnya dia menyarankan saya untuk membaca dulu catatan dia yang dikirim ke email dan dia memberikan link video animasi berkaitan dengan ini. Maka akhirnya, jadilah hari ini saya mendonlod-donlod animasi-animasi tersebut. Semoga saya bisa ngerti dengan bantuan animasi (plus catatan Jcho) ini :D. Tapi, berhubung mata saya udah minta istirahat dan besok adalah hari libur, maka tak ada salahnya jika berkutat lagi dengan protokol komunikasinya dilanjut besok  aja :) :p

Kamis, 14 Juli 2011

HMI

HMI = Human Machine Interface adalah sebuah antarmuka yang dapat  memvisualisasikan keadaan proses yang terjadi di lapangan kepada operator yang ada di controll room. Pada dasarnya  SCADA hanya memberikan informasi tentang apa yang terjadi di lapangan kepada operator dan menyampaikan tindakan yang dipilih operator (dengan berdasar pada data yang dikirim) ke lapangan, sehingga SCADA disebut sebagai hands-on tool dibanding sistem otomasi. Mengapa? karena aksi tidak dilakukan secara otomatis melainkan berdasar pada keputusan yang diambil oleh operator.
Agar keputusan yang dipilih operator benar maka data yang dikirimkan oleh SCADA harus up to date  (mendekati real time) dan akurat. 

Proses yang terjadi di lapangan tersebut sangatlah rumit dan kompleks sehingga diperlukan HMI yang mudah dipahami oleh operator agar dapat memberikan keputusan yang benar. Informasi -informasi yang disampaikan pada HMI sederhana seperti lampu akan menyala jika tekanan tinggi. Nah, Tugas engineer adalah membuat tampilan  HMI  menjadi sederhana seperti ini sehingga mudah dipahami oleh seseorang (dalam hal ini oprator) yang terkadang sebenarnya tidak mengetahui proses rinci apa yang terjadi di lapangan.

Untuk menjaga keamanan dan keselamatan, maka hanya orang-orang "terpecaya" saja yang diperbolehkan untuk mengakses sistem dan memberikan keputusan aksi yang dipilih.

MMI = Man Machine Interface adalah kata lain untuk HMI

waktu belajar  : 10.45 s.d 11.30
Hari                : 14 Juli 2011
Pemberi penjelasan : pemilik nim 13308034 :)

OPC

OLE = Object Linking and Embedding adalah  suatu teknologi yang dikembangkan oleh Microsoft agar dapat me-embedding (menanamkan) dan me-link (menautkan) segala hal selain dokumen kepada dokumen tersebut. Semisal : kita tahu bahwa Ms. Word adalah suatu software yang diperuntukan untuk menulis teks, namun selain teks, Ms. Word juga dapat menampilkan gambar, chart, dan lain-lain yang bukan teks. Kenapa begitu? karena adanya teknologi OLE ini :).
OLE ini sebenarnya adalah hasil pengembangan dari DDE (Dynamic Data Exchange).

OPC = OLE for Process Controll merupakan sebuah standart mekanisme software supaya dapat berbagi data antara berbagai proses otomasi (SCADA) yang berasal dari produksi yang berbeda. Hmm, setiap PLC yang dibuat oleh perusahaan tersebut memiliki standart (kami mengumpakannya sebagai "bahasa" ) masing-masing , adakalanya diperlukan komunikasi antara PLC yang satu dengan PLC yang lainnya. Agar dapat berkomunikasi, maka digunakanlah OPC. Semisal setiap orang dari daerah tertenttu di Indonesia memiliki bahasa masing-masing, nah untuk dapat berkomunikasi diperlukan bahasa pemersatu yaitu Bahasa Indonesia. Dalam hal  ini bahasa pemersatu tersebut adalah OPC.
Sehingga dapat dikatakan bahwa OPC adalah OLE yang digunakan pada proses kontrol.

Pemberi materi     : Muhammad Rifqi Aufan :) (dengan berdasar pada bundel training yang dibuat Pak eddi )
Waktu pemberian : 10.00 s.d 10.45 (kayaknya)
 Tanggal               : 14 Juli 2011 (hari ketiga)
Tempat                : Ruangan untuk anak-anak KP :p
Alasan                 : diminta mentor untuk belajar tentang materi ini